Kecerdasan Bioenergi Sebagai Jalan Spiritual

Diposting oleh Unknown Sabtu, 15 Mei 2010

Ada kata-kata hikmah yang artinya kurang lebih, bahwa “Engkau menjadi manusia bukan karena bentuk jasmanimu semata tetapi terutama karena jiwamu”. Berangkat dari kata-kata hikmah itu, maka dalam memelihara dan menjaga hidupnya agar tetap sehat serta seimbang jasmani dan rohaninya, dikenal adanya “olahraga dan olah jiwa”. Olahraga diwujudkan dalam bentuk gerak jasmani, seperti senam, lari dan berjalan. Sedang olah rohani diwujudkan dalam bentuk kontemplasi, semedi atau meditasi, yang dalam agama (Islam) dikenal, seperti zikir dan wirid.

Begitu pula dalam kaitannya dengan kesehatan, dikenal serangkaian kata-kata “sehat jasmani dan rohani”, Keduanya bagaikan dua sisi sekeping mata uang logam.

Selama ini kita tahu bahwa penyakit dan masalah kita adalah nyata bagi kita, karena itulah yang kita yakini. Kita sering memiliki kepercayaan yang besar pada : kesulitan, ketakutan, kecemasan, penyakit kesedihan, kekurangan, ketidakberdayaan ketimbang pada kemudahan, kecukupan, kesehatan, harmoni, keindahan dan pada tatanan spiritual – kepercayaan kita telah salah alamat. Orang yang yakin dan percaya bahwa dirinya tidak sehat pasti akan sakit, tetapi sebaliknya orang yang percaya dan yakin pada harmoni, prinsip-prinsip spiritual dan harapan baik pasti akan sembuh dari sakit. Orang yang percaya bahwa ia tidak memiliki energi untuk bergerak maka ia tak akan bergerak, tetapi orang yang percaya pada prinsip energi tak terbatas akan dapat bangun dari keadaan tak bergrak itu, ia akan selalu berpikir p[ositif, dinamis, hidup penuh gairah dan harapan.

Pada kenyataannya, sejumlah orang mencoba melarikan diri dari masalah dengan kesibukan masing-masing. Lebih memprihatinkan lagi mereka mencari solusi dengan jalan yang tidak rasional, yang kadang kala justru bertentangan dengan prinsip-prinsip agama dan ayat-ayat Allah. Hal ini selalu terjadi karena keterbatasan akal, karena manusia selalu saja lebih menggunakan kecerdasan intelektual, namun tidak mau membuka hatinya kepada rahasia-rahasia semesta ciptaan Allah. Yang ironisnya begitu kecerdasan ini menemui jalan buntu justru larinya ke hal-hal yang bersifat mistik, klenik dan tahayul, serta semakin menjauhkan diri dari Allah.

Akhir-akhir ini banyak dibicarakan dan dipublikasikan buku-buku sekitar keceradasan spiritual dan penyembuhan lewat pendekatan spiritual atau kekuatan spiritual. Buku-buku yang membahas tentang spiritualitas dan penyembuhan, baik yang disajikan secara teoritik mendalam maupun yang popular praktis, semakin laris dan mengundang perhatian khalayak ramai. Ini menggambarkan tentang pentingnya pendekatan secara holistik terhadap upaya-upaya pencerdasan maupun penyembuhan. Bicara tentang kecerdasan itu sendiri (inteligensi manusia), potensi nalar manusia ternyata jauh dari yang kita duga selama ini. Diperkirakan otak manusia yang sudah teraktualisasi rata-rata baru sekitar 8% dari seluruh potensi yang ada. Dengan begitu maka sesungguhnya masa depan peradaban manusia sulit di duga secara persis karena berbagai kreasi dan inovasi manusia akan selalu muncul. Berkaitan dengan ini, maka kita mengenal istilah “Fisika Quantum Learning” yang intinya adalah dalam perilaku alam dan capaian intelektual terhadap loncatan yang sulit diukur recara regular.

Dari hasil kegiatan para ahli bidang neurology yang berkolaborasi dengan hasil psikologi hingga muncul isilah neuropsikologi, otak manusia tersusun dari berbagai jenis dan bagian yang masing-masing memiliki potensi dan fungsi berbeda. Namun saying, sejak belia cara belajar kita lebih banyak mengandalkan belahan otak kiri (analisa) yang bekerja secara linear, repetitive, analitik, partikularistik, dan reporuktif. Akibatnya, kecerdasan lainnya kurang aktif yang pada urutannya masyarakat semacam ini tidak kreatif dan tidak inovatif dalam kehisupannya. Yang kemudian menggemuka adalah tradisi menghapal, meniru, dan menerima ilmu pengetahuan apa adanya karena cara berpikirnya yang monoton dan seragam.

Sudah semestinya kita harus mampu mengaktifkan dan mempertajam potensi kecerdasan, terutama yang berada pada belahan otak kanan (intuisi) dan bagian kecerdasan spiritual. Karena kecerdasan inilah yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu atau yang akan melahirkan manusia yang inovatif dan kreatif, lebih dari itu akan membawa manusia ke pencerahan spiritual.

Kecerdasan spiritual bukanlah sejumlah tatanan urutan dari Tuhan atau dispensasi khusus rahmat yang hanya dimiliki orang-orang tertentu. Kecera\dasan ini untuk setiap orang. Adalah suatu tindakan esensial, hasil alamiah pada jalan fungsi-fungsi kesemestaan ketika kita memanfaatkannya dengan benar. Kita semua perlu melakukannya dengan terlebih dahulu mengenali kebenaran dinamik tentang kebenaran ini. Kita harus mengenali masalah-masalah kita dan ketidakberaturan yang dating dari diri kita sendiri dan bukannya disebabkan oleh orang lain.

Ada sebuah jalan yang dapat ditempuh untuk mendekati kehidupan, menjadikannya setiap hari sebagai petualang yang menyenangkan dan jauh dari serbuan bencana namun semakin mendekatkan diri kepada sang khalik. Allah telah memberikan rahmat yang luar biasa kepada alam semesta ini, termasuk kepada diri setiap manusia, yaitu diciptakannya energi hidup (bioenergi). Bioenergi yang begitu alamiah dan ilmiah memiliki kecerdasan yang luar biasa manakala seseorang bias memahami, kemudian mengaplikasikannya dalam hidup.

Kecerdasan bionergi menawarkan bantuan untuk melegakan diri dari sumbatan rasa khawatir dan masalah-masalah yang mengganggu kehidupan. Tambahan lagi, konsep kecerdasan bionergi membawa suatu revolusi komplit pada kesadaran anda selain turut memberikan kontribusi perubahan mental dan emosional.

Ada kekuatan yang selalu baru dan bermanfaat di alam semesta ini yang dapat memasok anda dengan pengalaman. Segala yang dibutuhkan dapat diraih dengan energi hidup ini dan keterbukaan diri atas kebaikan yang esensial dan kebenaran.

Kecerdasan energi hidup sebagai sebuah jalan spiritual yang dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan kita. Secara spiritual bioenergi bergerak bersamaan dan berdasarkan pada kesadaran kita. Dalam wujudnya yang fisik, pikiran adalah tindakan dan tindakan ini adalah perwujudan fisik dari pengeluaran energi melalui pikiran sadar itu. Kecerdasan spiritual itu dapat menyentuh pikiran, tubuh, emosi, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan diri kita (pergaulan, keluarga, pekerjaan, keuangan, atau tujuan hidup).

Kecerdasan energi hidup ini memiliki semua, dan ia bersama dalam pemahaman pemikiran kita. Saya percaya hal ini – yang secara lebih luas akan dipaparkan oleh penulis dalam buku ini – diterima secara terbuka dalam wilayah pemikiran orang dan penerimaan terhadap gagasan-gagasan itu. Tidak seorangpun yang tidak akan mendapatkan keuntungan sedikitpun dari buku ini. Paling kurang, anda akan hidup dengan harapan yang lebih besar dan positif, suatu pikiran konstruktif yang timbul dari pemahaman spiritual yang kemudian muncul dalam tindakan anda.

Dalam buku ini Pak Syaiful mengingatkan bahwa tubuh kita, jiwa kita, kesadaran kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Jika kita semakin sadar pada diri kita, maka jalan menuju kecerdasan spiritual akan lebih nampak mudah dan jelas. Semakin kita sadar pada diri kita sendiri, semakin dekat pula kita dengan energi hidup yang secara spiritual memiliki makna tak terbatas itu. Dengan membaca buku ini ditambah dengan bimbingan yang terarah dan kontinyu, kita kan paham dan pada tingkat fisiknya kita akan dapat menggunakan bioenergi dalam kehidupan kita.

Tidak diragukan lagi bahwa kecerdasan bioenergi sebagai sebuah jalan spiritual untuk penyembuhan dalam berbagai aspek kehidupan, merupakan kejadian yang masuk akal. Ada beragam cara untuk mencapai puncak pemahaman penyembuhan spiritual, namun terdapat kesamaan pada semua pendekatan itu. Yakni selalu terjadi perubahan kesadaran pada orang yang mencari penyembuhan atau pada mereka yang bverusaha membantu orang lain melalui doa atau cara lain untuk menciptakan perubahan.

Kecerdasan bioenergi selalu mengarahkan hokum, hokum yang tahu bagaimana dan apa yang harus dilakukan dan melakukannya. Anda tidak dapat mendorongnya. Daya tak terbatas ini, yang dianugerahkan Yang Maha Perkasa ini, selalu ada disana dan tidak pernah mundur dari Anda. Kecerdasan spiritual membalik impresi-impresi negative yang telah kita anggap sebagai kebenaran mutlak namun sebenarnya tidak. Kecerdasan bioenergi menggubah segala sesuatu ke kondisi kesadaran. Seluruh esensi dalam metode penyembuhan spiritual ini ialah bahwa ia mengubah kesadaran dan menghasilkan perubahan segala sesuatu dan bentuk.

Kecerdasan bioenergi untuk siapa saja, mereka yang sakit, yang sehat, juga yang cintanya terhadap pasangan hidup diganggu atau dikendalikan oleh masalah-masalah fisik atau emosional. Termasuk di dalamnya orang-orang yang ingin membantu sesamanya dan mereka yang tertarik pada terapi dengan jalan lain. Singkatnya semua orang dapat dibantu oleh panduan teknik-teknik penyembuhan bioenergi.

Anda dapat menggubah keyakinan Anda. Keyakinan anda mengubah hokum kreatif kesadaran sepanjang waktu melalui sikap baru yang anda ciptakan. Melalui penyembuhan bionergi, anda akan mengembangkan sikap baru ini. Buku panduan ini akan menunjukkan kepada anda bagaimana caranya.

Kesadaran kita tentang kehidupan, kesadaran kita tentang Tuhan, tentang doa, tentang apa yang kita sebut penyembuhan, akan terefleksikan dalam pengalam kita tentang kehidupan melalui hokum – selalu melalui hokum. Ketika pemahaman anda tentang kebenaran ini tumbuh, ketika pemahaman spiritual anda terkuak dan berkembang, kehidupan anda akan menjadi ekspresi yang lebih jelas dari keutuhan, harmoni, dan lebih jauh lagi, keyakinan anda akan bergerak ke konsep yang lebih luas tentang hidup dan diri. Anda akan mengekspresikan kebebasan dan kemudahan yang lebih besar.

Buku ini untuk siapa saja yang membutuhkan tua atau muda, kaya atau miskin, tak peduli siapa mereka dan dari mana mereka berasal. Tiap orang memiliki bakat spiritual. Bakat tersebut merupakan kemampuan merefleksikan dan mengekspresikan keberadaan Tuhan atau kehadiran universal. Bakat itu berupa melihat secara jelas yang bias membedakan antara fakta dan kebenaran. Dalam filsafat kecerdasan spiritual, kita mendefinisikan “fakta” sebagai segala sesuatu yang benar untuk sementara dalam kondisi yang bersyarat, dunia pengalaman material kita. Fakta berubah ketika dunia berubah. Misalnya, ketika berubahnya fakta bahwa karena kemajuan iptek orang sudah bisa pergi ke ruang angkasa, bulan, bahkan lebih jauh lagi merupakan kebenaran.

Buku ini akan membantu anda apapun agama atau keyakinan yang anda pegang seperti saya tujukan di muka, ini bukan pendekatan agama menuju penyembuhan, melainkan pendekatan spiritual. Jalan ini dapat digunakan oleh siapa saja.

Syaiful M. Maghsri, lewat bukunya yang berjudul “Bioenergi Quotient – Kecerdasan Energi Hidup – Jalan Spiritual yang harus dilalui untuk sembuh dari berbagai penyakit” merupakan salah satu buku yang menarik untuk dibaca.

KLIK : www.bioenergi.co.id

0 komentar

Posting Komentar

bookmark
bookmark
bookmark
bookmark
bookmark